Harga Alat Pemadam Api Dry Chemical Powder

Harga APAR Serbuk Kimia Kering Untuk Kendaraan

Harga APAR Serbuk Kimia Kering Untuk Kendaraan

Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dengan media Dry Chemical Powder adalah pilihan yang umum dan efektif untuk digunakan di kantor, karena mampu memadamkan kebakaran kelas A (bahan padat), B (cairan mudah terbakar), dan C (gas).

Berikut adalah beberapa pilihan APAR dengan media Dry Chemical Powder yang tersedia di pasaran:

Alat pemadam api adalah perangkat yang digunakan untuk memadamkan atau mengendalikan kebakaran dalam situasi darurat. Ada beberapa jenis alat pemadam api yang dikategorikan berdasarkan jenis api yang dapat mereka padamkan. Berikut adalah beberapa jenis utama: APAR (Alat Pemadam Api Ringan) 3 kg biasanya digunakan untuk memadamkan kebakaran kecil di rumah, kantor, atau kendaraan. Berikut adalah spesifikasi umum untuk APAR 3 kg:

1. Jenis Media Pemadam:

  • Dry Chemical Powder (DCP): Cocok untuk kebakaran kelas A (benda padat), B (cairan mudah terbakar), dan C (gas).
  • CO₂ (Karbon Dioksida): Cocok untuk kebakaran kelas B dan C, serta aman untuk peralatan elektronik.
  • Foam (Busa): Cocok untuk kebakaran kelas A dan B.
  • Water (Air Bertekanan): Cocok untuk kebakaran kelas A saja.

2. Spesifikasi Umum APAR 3 Kg:

  • Berat total: ± 5–6 kg (tergantung jenis media).

  • Tekanan kerja: 15–18 bar (untuk DCP), 56 bar (untuk CO₂).

  • Tekanan uji tabung: 25–30 bar.

  • Bahan tabung: Baja atau aluminium.

  • Jarak semprot: 3–5 meter.

  • Durasi semprot: 8–15 detik.

  • Suhu operasi: -20°C hingga 55°C.

  • Warna tabung: Merah (standar APAR).

Jika kamu butuh spesifikasi lebih detail untuk merek tertentu, bisa cek ke produsennya langsung atau sertakan informasi tambahan. 😊

Selain spesifikasi umum, berikut beberapa informasi tambahan mengenai APAR 3 kg yang mungkin berguna:

5. Perawatan & Masa Kedaluwarsa

  • Cek tekanan APAR setiap bulan. Jika jarum manometer di zona hijau, masih aman digunakan.
  • Goyangkan tabung (khusus DCP) setiap 3 bulan untuk mencegah bubuk mengeras.
  • Isi ulang setelah penggunaan atau setiap 1-5 tahun (tergantung jenis media & ketentuan pabrikan).
  • Simpan di tempat yang mudah dijangkau dan jauh dari panas berlebih.

Kalau kamu butuh rekomendasi merek atau harga APAR 3 kg terbaru, aku bisa bantu cek juga! 🔥😊

7. Harga APAR 3 Kg

Harga bervariasi tergantung jenis media dan merek, berikut kisaran harganya:

  • Dry Chemical Powder (DCP): Rp 200.000 – Rp 400.000
  • CO₂ (Karbon Dioksida): Rp 400.000 – Rp 800.000
  • Foam (Busa): Rp 300.000 – Rp 600.000
  • Water (Air Bertekanan): Rp 250.000 – Rp 500.000

Tips Memilih Alat Pemadam Api Dry Chemical Powder untuk Kantor Jika Anda ingin membeli APAR Dry Chemical Powder untuk kantor, berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan:

1. Pilih Kapasitas yang Sesuai

  • 2-3 kg → Cocok untuk ruangan kecil atau penggunaan individu.
  • 4-6 kg → Ideal untuk area perkantoran standar.
  • 9-12 kg → Digunakan untuk area kantor yang lebih luas atau risiko kebakaran lebih tinggi.

2. Perhatikan Sertifikasi dan Standar Keamanan

Pastikan APAR memiliki standar SNI (Standar Nasional Indonesia) atau NFPA (National Fire Protection Association) agar kualitas dan keamanannya terjamin.

3. Cek Tanggal Kedaluwarsa dan Kualitas Tabung

  • APAR memiliki masa berlaku 3-5 tahun, setelah itu harus diisi ulang.

  • Pastikan tabung tidak berkarat atau bocor.

4. Perhatikan Sistem Pengoperasian

  • Model pegangan tuas (lever) lebih mudah digunakan dibanding model katup berulir.

  • Pastikan ada manometer untuk mengecek tekanan isi tabung.

5. Pilih Produk yang Mudah Diisi Ulang

  • Beberapa merek menawarkan layanan refill dengan biaya lebih murah dibanding membeli baru.

  • Cek ketersediaan layanan isi ulang di daerah Anda.


Cara Merawat dan Menyimpan APAR Dry Chemical Powder di Kantor Agar alat pemadam api (APAR) selalu dalam kondisi siap pakai saat dibutuhkan, berikut langkah-langkah pemeliharaan dan penyimpanannya:

1. PEMERIKSAAN RUTIN APAR

🔍 Setiap bulan:
✅ Pastikan segel pengaman masih utuh dan tidak rusak.
✅ Periksa indikator tekanan (manometer), jarumnya harus berada di zona hijau.
✅ Cek kondisi tabung, pastikan tidak ada karat, retak, atau kebocoran.
✅ Pastikan nozzle dan selang tidak tersumbat.

🔍 Setiap 6 bulan:
✅ Goyangkan tabung untuk menghindari pengerasan serbuk pemadam.
✅ Bersihkan bagian luar tabung dari debu atau kotoran.
✅ Uji coba pemakaian (jika diperbolehkan oleh produsen).

🔍 Setiap tahun:
✅ Lakukan pengisian ulang (refill) jika isi APAR sudah menurun.
✅ Periksa ulang tekanan tabung oleh teknisi ahli.

🔍 Setiap 5 tahun:
✅ Uji hidrostatik tabung untuk memastikan tidak ada kebocoran atau penurunan kualitas material.

2. Cara Menyimpan APAR dengan Benar

📍 Lokasi Penyimpanan
✅ Simpan APAR di tempat yang mudah diakses dan terlihat jelas.
✅ Pasang pada dinding dengan tinggi 1-1,5 meter dari lantai agar mudah dijangkau.
✅ Pastikan lokasi tidak terkena sinar matahari langsung atau kelembapan tinggi.

🚫 Hindari Penyimpanan di Tempat:
❌ Terlalu dekat dengan sumber panas (misalnya kompor atau mesin).
❌ Area dengan risiko korosi tinggi (misalnya dekat zat kimia berbahaya).
❌ Di dalam lemari atau tempat yang sulit dijangkau.

3. Pelatihan Penggunaan APAR untuk Karyawan

💡 Mengapa penting?
Banyak kebakaran bisa dipadamkan lebih cepat jika karyawan tahu cara menggunakan APAR dengan benar. Oleh karena itu, setiap kantor sebaiknya memberikan pelatihan dasar berikut:

Simulasi kebakaran kecil → Mengajarkan cara menggunakan APAR dengan metode PASS (Pull, Aim, Squeeze, Sweep).
Pengenalan jenis kebakaran → Agar karyawan tahu kapan harus menggunakan APAR Dry Chemical Powder.
Pelatihan evakuasi darurat → Jika api tidak bisa dipadamkan dalam waktu singkat, segera evakuasi.

4. Kapan Harus Mengganti atau Mengisi Ulang APAR?

🔄 Segera lakukan pengisian ulang jika:
✅ APAR sudah digunakan (meskipun hanya sebagian).
✅ Indikator tekanan (manometer) berada di zona merah.
✅ Masa berlaku APAR sudah habis (biasanya 3–5 tahun).
✅ Ada tanda-tanda kerusakan pada tabung atau komponen lainnya.

Pemeriksaan dan perawatan rutin penting agar APAR selalu siap digunakan.
Penyimpanan di lokasi strategis memastikan akses cepat saat terjadi kebakaran.
Pelatihan penggunaan APAR untuk karyawan membantu meningkatkan respons darurat.
Isi ulang atau ganti APAR secara berkala untuk memastikan efektivitasnya.

🔥 Keselamatan di kantor dimulai dari kesiapan alat pemadam! Apakah Anda ingin informasi lebih

JENIS ALAT PEMADAM API BERDASARKAN MEDIA PEMADAMNYA

  1. APAR (Alat Pemadam Api Ringan)
    • Cocok untuk kebakaran kecil atau awal.
    • Mudah dibawa dan dioperasikan.
  2. APAB (Alat Pemadam Api Berat)
    • Memiliki kapasitas lebih besar dari APAR.
    • Digunakan di area industri atau tempat dengan risiko kebakaran tinggi.

Jenis Alat Pemadam Api Berdasarkan Media Pemadamnya

  1. Pemadam Air (Water-Based Extinguisher)
    • Digunakan untuk kebakaran kelas A (bahan padat seperti kayu, kertas, kain).
    • Tidak cocok untuk kebakaran yang melibatkan listrik atau bahan kimia.
  2. Pemadam Busa (Foam Extinguisher)
    • Efektif untuk kebakaran kelas A dan B (cairan mudah terbakar seperti bensin dan minyak).
    • Tidak disarankan untuk kebakaran listrik.
  3. Pemadam Serbuk Kimia Kering (Dry Chemical Powder Extinguisher)
    • Bisa digunakan untuk kebakaran kelas A, B, dan C (gas mudah terbakar).
    • Tipe ABC adalah yang paling serbaguna.
  4. Pemadam Karbon Dioksida (CO₂ Extinguisher)
    • Cocok untuk kebakaran kelas B dan C.
    • Sering digunakan untuk peralatan listrik dan elektronik karena tidak meninggalkan residu.
  5. Pemadam Gas (Clean Agent Extinguisher)
    • Menggunakan gas seperti Halotron atau FM-200 yang tidak merusak perangkat elektronik.
    • Cocok untuk ruang server, laboratorium, atau fasilitas medis.

Klasifikasi Kebakaran

  • Kelas A → Bahan padat seperti kayu, kertas, dan kain.
  • Kelas B → Cairan mudah terbakar seperti bensin dan minyak.
  • Kelas C → Gas mudah terbakar seperti LPG dan metana.
  • Kelas D → Logam mudah terbakar seperti magnesium dan aluminium.
  • Kelas K/F → Minyak goreng dan lemak dalam dapur komersial.

Pemeliharaan dan Pengecekan Alat Pemadam Api

Agar alat pemadam api tetap siap digunakan, lakukan pemeriksaan rutin:

  • Setiap Bulan
    • Pastikan segel dan pin pengaman masih utuh.
    • Periksa tekanan pada manometer (jika ada).
    • Pastikan tidak ada kerusakan fisik pada tabung.
  • Setiap 6 Bulan
    • Lakukan pengocokan (jika menggunakan serbuk kimia) untuk mencegah pemadatan.
    • Periksa nozzle apakah tersumbat atau tidak.
  • Setiap Tahun
    • Lakukan pengisian ulang jika media pemadam sudah berkurang atau kedaluwarsa.
    • Lakukan uji kelayakan oleh teknisi atau ahli pemadam kebakaran.
  • Setiap 5 Tahun
    • Uji hidrostatik pada tabung untuk memastikan tidak ada kebocoran atau kelemahan material.

Penempatan Alat Pemadam Api

Untuk memastikan alat pemadam api mudah diakses:

  • Pasang di tempat strategis, seperti dekat pintu keluar atau area dengan risiko kebakaran tinggi.
  • Ketinggian pemasangan ideal adalah 1-1,5 meter dari lantai.
  • Beri tanda yang jelas agar mudah dikenali.
  • Pastikan jalur menuju alat pemadam tidak terhalang barang lain.

Alat pemadam api adalah peralatan penting untuk keselamatan dalam menghadapi kebakaran. Memilih jenis yang sesuai, memahami cara penggunaannya, serta melakukan pemeliharaan secara rutin adalah langkah penting untuk memastikan efektivitasnya dalam keadaan darurat. 🚒🔥

1. Kebakaran Kelas A (Bahan Padat - Kayu, Kertas, Kain, Plastik, dll.)
  • Penyebab: Sumber panas yang menyulut bahan mudah terbakar seperti kayu dan kertas.
  • Alat Pemadam yang Direkomendasikan:
    • Air (Water-based extinguisher)
    • Busa (Foam extinguisher)
    • Serbuk kimia kering (Dry chemical powder ABC)
2. Kebakaran Kelas B (Cairan Mudah Terbakar - Bensin, Minyak, Alkohol, dll.)
  • Penyebab: Tumpahan cairan yang terkena percikan api atau sumber panas.
  • Alat Pemadam yang Direkomendasikan:
    • Busa (Foam extinguisher)
    • Serbuk kimia kering (Dry chemical powder ABC)
    • Karbon dioksida (CO₂ extinguisher)
3. Kebakaran Kelas C (Gas Mudah Terbakar - LPG, Propana, Metana, dll.)
  • Penyebab: Kebocoran gas yang tersulut api atau percikan listrik.
  • Alat Pemadam yang Direkomendasikan:
    • Serbuk kimia kering (Dry chemical powder ABC)
    • Karbon dioksida (CO₂ extinguisher)
4. Kebakaran Kelas D (Logam Mudah Terbakar - Magnesium, Aluminium, Natrium, dll.)
  • Penyebab: Logam yang terbakar akibat panas tinggi atau reaksi kimia.
  • Alat Pemadam yang Direkomendasikan:
    • Serbuk kimia khusus (D-Class Powder)
5. Kebakaran Kelas K/F (Minyak dan Lemak dalam Dapur - Minyak Goreng, Lemak Hewan, dll.)
  • Penyebab: Minyak panas yang menyala di penggorengan atau alat memasak lainnya.
  • Alat Pemadam yang Direkomendasikan Pemadam kimia basah (Wet Chemical Extinguisher)
Tips Keselamatan Saat Menggunakan Alat Pemadam Api
  1. Pastikan keselamatan diri → Jangan mencoba memadamkan api jika terlalu besar atau situasi berbahaya.
  2. Gunakan alat yang sesuai → Gunakan pemadam yang cocok untuk jenis kebakaran.
  3. Lakukan evakuasi jika perlu → Jika api tidak bisa dikendalikan dalam waktu singkat, segera tinggalkan area.
  4. Hubungi pemadam kebakaran → Meskipun api sudah padam, tetap laporkan ke dinas pemadam kebakaran untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Penanganan Darurat Selain Menggunakan Alat Pemadam Api
  • Jika terjadi kebakaran listrik, segera matikan sumber listrik sebelum memadamkan api.
  • Jika pakaian seseorang terbakar, gunakan teknik "Stop, Drop, and Roll" (Berhenti, Jatuhkan diri, dan Berguling).
  • Jika ruangan penuh asap, merangkaklah di dekat lantai untuk menghindari asap beracun.
  • Jika terjadi kebakaran besar, jangan mencoba menjadi pahlawan—evakuasi dan hubungi pemadam kebakaran!

Alat Pemadam Api

  • Memahami jenis kebakaran sangat penting untuk menggunakan alat pemadam yang tepat.

  • Setiap jenis kebakaran membutuhkan media pemadam yang berbeda.

  • Keselamatan diri adalah prioritas utama saat menangani kebakaran.

  • Pemeliharaan alat pemadam api harus dilakukan secara berkala agar selalu siap digunakan.

Standar dan Regulasi Alat Pemadam Api

Agar alat pemadam api dapat bekerja dengan optimal dan sesuai dengan peraturan keselamatan, ada beberapa standar dan regulasi yang harus dipatuhi:

  • Kualitas tabung dan ketahanan tekanan

  • Jenis dan efektivitas media pemadam

  • Sistem pengoperasian dan keselamatan penggunaan

  • Label dan informasi produk yang jelas

3. Regulasi Keselamatan Kerja di Indonesia

Di Indonesia, penggunaan alat pemadam api diatur dalam:

  • Peraturan Menteri Ketenagakerjaan No. PER.04/MEN/1980 tentang syarat pemasangan dan pemeliharaan alat pemadam kebakaran.

  • UU No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja.

Perusahaan atau gedung komersial wajib menyediakan alat pemadam api yang sesuai dengan risiko kebakaran di tempat kerja mereka. Agar alat pemadam api digunakan secara efektif, pelatihan sangat penting. Berikut beberapa langkah pelatihan yang harus diberikan kepada karyawan atau penghuni bangunan:

1. Pelatihan Dasar

  • Mengenal jenis-jenis alat pemadam api

  • Memahami klasifikasi kebakaran

  • Mempelajari metode PASS (Pull, Aim, Squeeze, Sweep)

2. Simulasi Pemadaman Kebakaran

  • Latihan praktik menggunakan APAR di area aman

  • Cara menghadapi kebakaran kecil hingga sedang

  • Teknik evakuasi darurat jika kebakaran semakin besar

3. Pengujian dan Evaluasi

  • Memeriksa apakah peserta pelatihan memahami prosedur penggunaan alat pemadam api

  • Ujian teori dan praktik untuk menguji kesiapan dalam menghadapi kebakaran

Kapan Harus Mengganti atau Mengisi Ulang Alat Pemadam Api?

Agar alat pemadam api tetap efektif, penting untuk mengganti atau mengisi ulang sesuai jadwal:

  • Setiap 1 tahun → Pemeriksaan rutin dan isi ulang jika media pemadam mulai berkurang.

  • Setiap 3–5 tahun → Penggantian atau uji hidrostatik tabung pemadam untuk memastikan tidak ada kebocoran.

  • Setelah digunakan → Meskipun hanya digunakan sebagian, alat pemadam harus segera diisi ulang agar tetap siap pakai.

Harga APAR Serbuk Kimia Kering Untuk Kendaraan

Alat pemadam api harus memenuhi standar nasional dan internasional untuk memastikan efektivitas dan keamanan.

Pelatihan penggunaan alat pemadam sangat penting agar pengguna bisa menggunakannya dengan benar dalam situasi darurat.

Perawatan dan pengisian ulang secara berkala wajib dilakukan agar alat pemadam tetap siap digunakan kapan saja.

Kepatuhan terhadap regulasi keselamatan kebakaran harus dijaga untuk menghindari risiko besar akibat kebakaran.

Related Articles

Harga Alat Pemadam Api

Harga Alat Pemadam Api Murah

Harga Alat Pemadam Api ABC Powder

Kontak

WA- 081317980707

 HP- 0822 7796 0808

Tlp+6221-38799105

 Info@Lavindosafety.com

Ruko Mega Grosir Cempaka Mas Blok O-41, Jl. Letjen Suprapto , Jakarta Pusat 10640

 

Visitor Counter

United States of America 50.0% United States of America
Indonesia 26.2% Indonesia
Taiwan, Province of China 5.1% Taiwan, Province of China
Brazil 2.8% Brazil

Total:

43

Countries
000007
Today: 2
This Week: 10
This Month: 19
This Year: 19

Google Maps

Sertifikat