Pengertian Alat Pemadam Api DCP Alat Pemadam Api Ringan (APAR) jenis Dry Chemical Powder (DCP) adalah alat pemadam api yang menggunakan bubuk kimia kering untuk memadamkan kebakaran. APAR DCP sangat efektif
untuk memadamkan kebakaran kelas A (bahan padat seperti kayu dan kertas), kelas B (cairan mudah terbakar), dan kelas C (gas yang terbakar). Karena fleksibilitasnya, alat ini sering digunakan di berbagai sektor, seperti industri, perkantoran, rumah tangga, dan kendaraan. Alat Pemadam Api DCP Bersertifikat: Pengertian, Harga, dan Panduan Pemilihan
Alat Pemadam Api DCP Bersertifikat: Pengertian, Harga, dan Panduan Pemilihan
2. KEUNGGULAN ALAT PEMADAM API DCP
-
Efektif untuk Berbagai Jenis Kebakaran: Mampu memadamkan api kelas A, B, dan C.
-
Tidak Menghantarkan Listrik: Aman digunakan di area dengan peralatan listrik.
-
Mudah Digunakan: Hanya perlu mengikuti metode PASS (Pull, Aim, Squeeze, Sweep).
-
Daya Tahan Lama: Memiliki umur pakai antara 5-10 tahun dengan perawatan yang tepat.
3. FAKTOR YANG MEMPENGARUHI HARGA APAR DCP BERSERTIFIKAT
a. Kapasitas atau Berat Isi
APAR tersedia dalam berbagai ukuran:
-
1 kg: Cocok untuk kendaraan dan rumah tangga kecil.
-
3-6 kg: Ideal untuk kantor dan toko.
-
9-50 kg: Digunakan di industri dan gudang besar.
b. Merek dan Kualitas Merek yang lebih terkenal dan memiliki sertifikasi lengkap biasanya lebih mahal, tetapi menawarkan kualitas dan keandalan lebih tinggi.
c. Material Tabung dan Sistem Katup
-
Tabung dari baja karbon atau stainless steel lebih tahan lama dan tahan korosi.
-
Katup dengan indikator tekanan memudahkan pemantauan kondisi alat.
5. PANDUAN MEMILIH APAR DCP YANG TEPAT
-
Tentukan Kapasitas: Pilih kapasitas sesuai dengan kebutuhan area yang ingin dilindungi.
-
Cek Indikator Tekanan: Pilih APAR dengan indikator tekanan agar mudah dipantau.
-
Pastikan Ada Garansi dan Layanan Isi Ulang: Pilih produk yang memiliki layanan purna jual yang baik.
7. PERAWATAN DAN PEMERIKSAAN APAR DCP
a. Pemeriksaan Bulanan
-
Pastikan tabung tidak rusak atau bocor.
-
Cek indikator tekanan, pastikan berada di zona hijau.
-
Pastikan segel keamanan masih utuh.
b. Uji Tekanan dan Berat Setiap 6 Bulan
-
Timbang tabung untuk memastikan tidak ada kebocoran isi.
-
Periksa tekanan dalam tabung (biasanya 12-15 bar untuk APAR DCP).
c. Pengisian Ulang (Refill) Setiap 1-5 Tahun
-
Lakukan isi ulang setelah penggunaan atau setelah masa berlaku habis.
-
Pastikan isi ulang dilakukan di tempat resmi yang memiliki standar kualitas.
d. Pemeriksaan Profesional Tahunan
-
Lakukan inspeksi lengkap oleh teknisi bersertifikat.
-
Ganti komponen yang mulai aus, seperti selang atau katup.
Harga APAR Dry Hhemical Powder Standar
Alat Pemadam Api DCP bersertifikat adalah solusi penting untuk perlindungan terhadap kebakaran. Dengan memilih produk yang memiliki sertifikasi resmi, melakukan perawatan rutin, dan memastikan kepatuhan terhadap regulasi, Anda dapat meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi kebakaran. Pastikan setiap anggota keluarga atau karyawan mengetahui cara menggunakan APAR dengan benar untuk respons cepat saat terjadi keadaan darurat.
Jika Anda ingin membeli APAR DCP bersertifikat, pastikan untuk membeli dari distributor terpercaya dan mempertimbangkan faktor kualitas, kapasitas, serta layanan purna jual agar mendapatkan alat pemadam yang efektif dan tahan lama.
Biasanya, dry chemical powder APAR menggunakan monoammonium phosphate atau sodium bicarbonate untuk memadamkan kebakaran kelas A (bahan padat), B (cairan mudah terbakar), dan C (gas mudah terbakar).
Jika Anda mencari standar spesifik untuk penerapan tertentu, beri tahu saya lebih lanjut! ππ₯
Selain standar yang sudah disebutkan, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan dalam penggunaan APAR dry chemical powder (DCP) sesuai standar:
1. Jenis Dry Chemical Powder dan Klasifikasi Kebakaran
Dry chemical powder dalam APAR umumnya diklasifikasikan berdasarkan jenis kebakaran yang dapat dipadamkan:
-
ABC Powder (Monoammonium Phosphate)
β Cocok untuk kebakaran kelas A (benda padat seperti kayu, kertas), B (cairan mudah terbakar), dan C (gas mudah terbakar).
-
BC Powder (Sodium Bicarbonate / Potassium Bicarbonate)
β Digunakan untuk kebakaran kelas B dan C. Tidak cocok untuk kebakaran kelas A.
-
D Powder (Special Powder seperti Natrium Chloride, Graphite)
β Digunakan untuk kebakaran kelas D (logam seperti magnesium, aluminium, titanium).
2. Standar Pengisian dan Tekanan APAR DCP
-
Tekanan kerja biasanya 15-18 bar, dengan tekanan maksimum sekitar 25 bar.
-
Gas pendorong: Nitrogen (Nβ) atau COβ (karbon dioksida).
-
APAR harus memiliki segel pengaman untuk mencegah penggunaan yang tidak disengaja.
4. Perawatan dan Pemeriksaan APAR DCP
Menurut standar internasiona APAR harus diperiksa secara berkala:
-
Pemeriksaan bulanan → Memastikan segel tidak rusak dan tekanan stabil.
-
Pemeriksaan tahunan → Dilakukan oleh teknisi profesional untuk mengecek isi dan kondisi tabung.
-
Refill / Isi Ulang → Umumnya setiap 5 tahun, atau lebih cepat jika segel rusak atau isi berkurang.
6. Label dan Tanda pada APAR DCP sesuai
Setiap APAR yang memenuhi standar ISO harus memiliki label yang jelas dan mudah dibaca. Informasi yang harus ada pada label meliputi:
β
Nama produsen atau merek dagang
β
Jenis dan kelas kebakaran yang bisa dipadamkan (A, B, C, D, dll.)
β
Jenis bahan pemadam (dry chemical powder – ABC/BC/D powder, dll.)
β
Petunjuk penggunaan dalam bentuk teks dan diagram
β
Tekanan kerja dan gas pendorong yang digunakan (Nitrogen atau COβ)
β
Tanggal produksi dan tanggal kadaluarsa / rekomendasi pengisian ulang
π‘ Catatan:
Beberapa negara juga mewajibkan kode warna pada tabung APAR untuk membedakan jenis bahan pemadam. Misalnya:
- Merah → APAR serbuk kimia kering (DCP)
- Biru → APAR busa (Foam)
- Kuning → APAR khusus logam (Metal Fire – D Powder)
7. Instalasi dan Penempatan APAR DCP
π Ketinggian pemasangan:
- Berat APAR ≤4 kg → Dipasang pada ketinggian maksimum 1,5 meter dari lantai.
- Berat APAR >4 kg → Dipasang pada ketinggian maksimum 1 meter dari lantai.
π Jarak antar APAR:
- Di area berisiko tinggi (misal: dapur industri, gudang bahan bakar), APAR harus tersedia setiap 10-15 meter.
- Untuk area kantor atau komersial, jarak antar APAR sekitar 20-30 meter tergantung risiko kebakaran.
π Aksesibilitas:
- APAR harus dipasang di lokasi yang mudah terlihat dan dijangkau.
- Tidak boleh terhalang oleh perabotan, kendaraan, atau pintu yang dapat menghambat akses.
- Dilengkapi dengan rambu tanda APAR sesuai standar (simbol keselamatan internasional).
8. Faktor Keamanan dalam Penggunaan APAR DCP
π₯ Potensi Bahaya dari Dry Chemical Powder:
- Serbuk DCP dapat mengurangi visibilitas dalam ruangan tertutup (risiko gangguan pernapasan).
- Jika digunakan pada peralatan listrik tanpa standar dielectric test, bisa menyebabkan korsleting.
- Beberapa jenis serbuk (terutama Monoammonium Phosphate – ABC Powder) dapat bersifat korosif jika tidak dibersihkan dengan benar setelah digunakan.
β Tips Penggunaan yang Aman:
- Gunakan APAR dengan jarak aman 1,5 – 2 meter dari sumber api.
- Pastikan ruang berventilasi baik jika digunakan di dalam ruangan tertutup.
- Bersihkan residu serbuk setelah pemakaian untuk mencegah korosi pada peralatan.
11. Pemilihan Jenis APAR DCP Berdasarkan Aplikasi
Setiap jenis dry chemical powder (DCP) memiliki karakteristik dan aplikasi berbeda tergantung kebutuhan industri. Berikut adalah beberapa rekomendasi:
A. APAR DCP untuk Bangunan Komersial & Perkantoran
πΉ Jenis Powder: ABC Powder (Monoammonium Phosphate)
πΉ Alasan: Bisa digunakan untuk kebakaran kelas A (benda padat), B (cairan mudah terbakar), dan C (gas).
A. Suhu Operasional
β Standar umum: APAR DCP dirancang bekerja dalam suhu -20°C hingga 60°C.
β Untuk daerah bersuhu sangat dingin (di bawah -20°C), diperlukan additive anti-freeze dalam gas pendorong.
B. Kelembaban & Korosi
β Di lingkungan dengan kelembaban tinggi (pesisir, pabrik makanan), gunakan APAR dengan tabung stainless steel atau dilapisi anti-korosi.
C. Risiko Ledakan & Gas Berbahaya
β Untuk area dengan risiko gas mudah terbakar (pabrik kimia, tambang), gunakan APAR BC Powder dengan gas pendorong Nitrogen (Nβ), karena COβ dapat meningkatkan risiko ledakan.
13. Regulasi Pemeliharaan APAR DCP
πΉ Inspeksi Bulanan
β
Cek tekanan tabung dan segel pengaman
β
Pastikan tidak ada kebocoran atau korosi
β
Pastikan APAR dalam posisi mudah dijangkau
πΉ Inspeksi Tahunan
β
Penggantian suku cadang jika ada yang rusak
β
Tes fungsi APAR (uji semprot ringan untuk memastikan aliran bahan pemadam)
πΉ Pengisian Ulang & Penggantian
β
Setiap 5 tahun untuk APAR DCP yang belum pernah digunakan
β
Setiap 3 tahun untuk APAR yang digunakan di lingkungan ekstrem (misalnya: area industri berat, pesisir)
β
Setiap kali digunakan, meskipun hanya sedikit, harus diisi ulang
π‘ Catatan:
Di beberapa negara, seperti Indonesia, regulasi pemeliharaan APAR harus sesuai dengan SNI 03-3985-2000, yang mengatur inspeksi dan uji kinerja APAR.
14. Teknologi Baru dalam APAR DCP
Seiring perkembangan teknologi, beberapa inovasi terbaru dalam APAR Dry Chemical Powder mencakup:
β Serbuk Kimia Ramah Lingkungan – Mengurangi efek korosif & tidak beracun.
β APAR Pintar (Smart Fire Extinguisher) – Dilengkapi dengan sensor tekanan & suhu untuk deteksi dini kebocoran.
β Hybrid Fire Suppression – Kombinasi DCP dan gas inert untuk efektivitas lebih tinggi.
β Nano-Coated Powder – Meningkatkan efisiensi pemadaman dan mengurangi residu serbuk yang tertinggal.
β
Jenis powder harus sesuai dengan klasifikasi kebakaran (ABC, BC, atau D).
β
Pemasangan dan inspeksi rutin wajib dilakukan untuk memastikan efektivitas.
β
Lingkungan operasional (suhu, kelembaban, risiko ledakan) harus dipertimbangkan dalam pemilihan APAR.
Jika Anda membutuhkan informasi lebih lanjut terkait sertifikasi, pemasangan, atau rekomendasi produk APAR DCP, beri tahu saya! Sepertinya Anda ingin informasi yang lebih mendetail lagi. Saya akan melanjutkan dengan aspek lebih teknis dan praktis terkait APAR Dry Chemical Powder (DCP)
16. Perbandingan Jenis Dry Chemical Powder (DCP) dan Efektivitasnya Berikut adalah perbandingan berbagai jenis dry chemical powder yang digunakan dalam APAR:
-
ABC Powder bersifat korosif, terutama terhadap peralatan listrik dan logam jika tidak segera dibersihkan.
-
BC Powder lebih aman untuk peralatan listrik karena tidak menyebabkan korosi.
-
D Powder digunakan khusus untuk kebakaran logam (tidak cocok untuk kebakaran lain).
Pengujian dilakukan dengan skenario kebakaran nyata:
β
Kebakaran Kelas A → Kayu atau kertas dibakar dan diuji kemampuan DCP dalam memadamkan api.
β
Kebakaran Kelas B → Bensin atau minyak dinyalakan, lalu diuji efektivitas pemadaman dengan DCP.
β
Kebakaran Kelas C → Gas mudah terbakar dinyalakan dan diuji apakah DCP dapat memadamkannya dengan aman.
-
Tabung APAR DCP diuji dengan tekanan sampai 25-30 bar untuk memastikan tidak bocor atau pecah.
C. Uji Ketahanan terhadap Suhu Ekstrem APAR diuji dalam kondisi -30°C hingga 70°C untuk melihat apakah masih bisa berfungsi dengan baik.
D. Uji Stabilitas Serbuk DCP Serbuk diuji untuk melihat apakah tetap efektif setelah beberapa tahun tanpa menggumpal.
18. Pemilihan Gas Pendorong untuk APAR DCP APAR DCP menggunakan gas pendorong untuk menyemprotkan serbuk. Pilihan gas ini sangat penting:
Harga APAR Dry Hhemical Powder Standar ISO
π‘ Catatan:
-
Nitrogen (Nβ) lebih stabil dan lebih umum digunakan dalam APAR DCP.
-
COβ lebih cocok untuk kondisi darurat karena juga bisa memadamkan api langsung.
-
Udara kering kurang disarankan karena tekanan dapat turun lebih cepat.
20. Kesalahan Umum dalam Penggunaan APAR DCP
π« Kesalahan #1: Menggunakan APAR DCP untuk Kebakaran Logam
β Solusi: Gunakan APAR D Powder (Sodium Chloride / Graphite) untuk kebakaran logam.
π« Kesalahan #2: Tidak Mengocok atau Menggoyang APAR Secara Berkala
β Solusi: Setiap bulan, goyangkan APAR untuk mencegah serbuk menggumpal.
π« Kesalahan #3: Menggunakan APAR yang Tekanan Gasnya Sudah Turun
β Solusi: Cek indikator tekanan setiap bulan. Jika jarum di luar zona hijau, segera isi ulang.
π« Kesalahan #4: Tidak Membersihkan Residunya Setelah Pemakaian
β Solusi: Setelah digunakan, bersihkan area yang terkena serbuk untuk mencegah korosi.
π« Kesalahan #5: Meletakkan APAR di Tempat yang Sulit Dijangkau
β Solusi: Pasang APAR di tempat yang mudah terlihat dan diakses (maksimal 1,5 meter dari lantai).
21. Kesimpulan Akhir
β
Pemilihan jenis powder (ABC, BC, D) harus sesuai dengan risiko kebakaran yang dihadapi.
β
Gas pendorong Nitrogen (Nβ) lebih stabil dibanding COβ atau udara kering.
β
Pemeriksaan rutin (bulanan & tahunan) wajib dilakukan untuk menjaga efektivitas APAR.
β
APAR harus diletakkan di lokasi yang mudah dijangkau, dengan jarak antar unit maksimal 20 meter.
β
Setelah digunakan, residu DCP harus segera dibersihkan untuk menghindari korosi.
Sepertinya Anda ingin lebih dalam lagi mengenai APAR Dry Chemical Powder (DCP). Saya akan melanjutkan dengan aspek teknis tambahan terkait instalasi, perawatan, dan inovasi terbaru dalam teknologi APAR DCP.
22. Panduan Instalasi & Pemasangan APAR DCP Sesuai Standar ISO & NFPA 10
A. Penempatan APAR DCP di Bangunan
πΉ Tinggi pemasangan: 0,9 - 1,5 meter dari lantai agar mudah dijangkau.
πΉ Jarak antar APAR: Maksimum 20 meter untuk area berisiko rendah, dan 10 meter untuk area berisiko tinggi.
πΉ Tanda & Rambu: Harus ada stiker petunjuk yang jelas dengan warna merah dan putih sesuai ISO 7010.
πΉ Aksesibilitas: Jangan menutupi APAR dengan barang lain atau memasangnya di tempat yang sulit dijangkau.
B. Penempatan APAR DCP di Kendaraan & Industri
β Mobil & Truk: Dipasang di bawah kursi atau di dekat dashboard.
β Gudang & Pabrik: Dekat pintu keluar darurat dan area dengan risiko tinggi kebakaran.
β Area Outdoor: Gunakan APAR dengan tabung tahan cuaca dan bracket anti-getar.
π‘ Catatan: Untuk bangunan bertingkat, minimal 1 APAR di setiap lantai dengan akses mudah.
23. Pemeliharaan APAR DCP: Checklist Inspeksi Bulanan & Tahunan
β
Periksa indikator tekanan → Pastikan jarum dalam zona hijau.
β
Cek segel pengaman → Jika rusak atau hilang, segera laporkan.
β
Kondisi tabung → Tidak ada penyok, karat, atau kebocoran.
β
Kocok APAR → Mencegah serbuk menggumpal dan menjaga efektivitasnya.
β
Pastikan APAR mudah diakses → Tidak ada penghalang atau barang lain di depannya.
B. Inspeksi Tahunan oleh Teknisi Bersertifikat
πΉ Penggantian segel & pengecekan ulang tekanan.
πΉ Uji fungsi nozzle dan selang.
πΉ Pemeriksaan korosi di dalam tabung (uji hidrostatis jika diperlukan).
πΉ Pembersihan residu jika ada bekas pemakaian sebelumnya.
C. Pengisian Ulang & Penggantian APAR DCP
β
Setiap 5 tahun → Jika APAR tidak pernah digunakan.
β
Setiap 3 tahun → Jika berada di lingkungan ekstrem (pabrik, pesisir, kendaraan).
β
Setiap kali digunakan → APAR harus langsung diisi ulang meskipun hanya sedikit dipakai.
π‘ Catatan: Jika tabung mengalami korosi, bocor, atau tekanan turun drastis sebelum waktunya, gantilah dengan APAR baru.
24. Teknologi & Inovasi Terbaru dalam APAR DCP
πΈ APAR dengan Sensor Tekanan Digital → Memantau tekanan secara real-time & mengirimkan notifikasi jika tekanan turun.
πΈ Hybrid Fire Suppression → Kombinasi DCP + gas inert untuk efisiensi lebih tinggi.
πΈ Eco-Friendly Powder → Menggunakan formula non-korosif yang aman untuk peralatan listrik.
πΈ APAR Pintar (Smart Fire Extinguisher) → Terhubung dengan sistem IoT untuk monitoring otomatis.
π‘ Masa depan APAR akan lebih canggih, dengan sistem otomatis dan lebih ramah lingkungan! π
25. Simulasi Penggunaan APAR DCP yang Benar (PASS Method)
Untuk menggunakan APAR dengan benar, ikuti metode PASS:
β
P – Pull the pin (Tarik pin pengaman)
β
A – Aim at the base of fire (Arahkan ke dasar api)
β
S – Squeeze the handle (Tekan tuas pemadam)
β
S – Sweep side to side (Gerakkan ke kiri dan kanan untuk memadamkan api secara merata)
π‘ Tips Tambahan:
-
Jaga jarak 1,5 - 2 meter dari api sebelum mulai menyemprot.
-
Jangan mengarahkan DCP ke arah angin agar tidak terkena serbuknya.
-
Pastikan api benar-benar padam sebelum meninggalkan lokasi.
26. Kesimpulan Akhir
β
Pilih APAR DCP sesuai kebutuhan (ABC, BC, atau D).
β
Lakukan inspeksi bulanan & tahunan untuk menjaga efektivitas.
β
Gunakan metode PASS saat memadamkan api dengan APAR DCP.
β
Teknologi APAR terus berkembang dengan sensor digital & sistem hybrid.
ππ₯ Siap menghadapi kebakaran dengan APAR DCP yang sesuai standar! π₯π
βHarga Alat Pemadam Api Ringan (APAR) Dry Chemical Powder bervariasi tergantung pada kapasitas, merek, dan fitur tambahan. Berikut adalah beberapa contoh harga berdasarkan kapasitas:β
-
Kapasitas 3 kg:
-
APAR Purple K Powder 3 Kg Tonata: Rp999.000
-
APAR Chemguard DCP Powder 3 kg: Rp195.000
-
APAR Primeguard UK 3 kg: Rp800.000β
-
APAR Pyrosafe 3 kg: Rp274.000β
-
-
Kapasitas 9 kg: APAR ROYAL Jenis ABC Dry Chemical Powder 9 Kg: Rp450.000β
-
Kapasitas 50 kg (Trolley): APAR / APAB Serbuk Powder 50 kg Trolley INOS: Rp7.450.000
Perlu diingat bahwa harga dapat bervariasi tergantung pada penjual dan lokasi pembelian. Disarankan untuk membandingkan harga dari beberapa sumber terpercaya sebelum melakukan pembelian.β
HARGA APAR DRY CHEMICAL POWDER STANDAR ISO
Harga APAR Dry Hhemical Powder Standar ISO
βHarga Alat Pemadam Api Ringan (APAR) Dry Chemical Powder yang memenuhi standar ISO bervariasi tergantung pada kapasitas, merek, dan spesifikasi teknis. Berikut adalah beberapa contoh harga berdasarkan kapasitas dan merek:β
HARGA APAR DRY HHEMICAL POWDER STANDAR ISO |
|
|
|
Perlu dicatat bahwa harga dapat berbeda tergantung pada penjual, lokasi pembelian, dan fitur tambahan yang ditawarkan oleh masing-masing merek. Untuk memastikan kualitas dan kepatuhan terhadap standar ISO, disarankan untuk membeli APAR dari distributor resmi atau penjual terpercaya. Selalu periksa sertifikasi dan tanggal kedaluwarsa sebelum melakukan pembelian.β
Catatan: Harga yang tercantum di atas adalah perkiraan dan dapat berubah sewaktu-waktu. Sebaiknya lakukan pengecekan langsung ke penjual atau distributor resmi untuk mendapatkan informasi terkini.
Apakah Anda ingin informasi lebih lanjut mengenai spesifikasi teknis, cara perawatan, atau rekomendasi merek terbaik untuk APAR Dry Chemical Powder yang memenuhi standar ISO? Saya bisa membantu dengan detail lebih lanjut sesuai kebutuhan Anda!
Baik, saya akan melanjutkan dengan spesifikasi teknis, keunggulan, dan rekomendasi merek terbaik untuk APAR Dry Chemical Powder sesuai standar ISO.
B. Spesifikasi Tabung & Tekanan
β
Material Tabung → Baja karbon atau stainless steel berlapis anti-korosi.
β
Tekanan Kerja → 12-18 bar (standar industri).
β
Tekanan Uji Hidrostatis → 25-30 bar untuk ketahanan tabung.
β
Gas Pendorong → Nitrogen (Nβ) atau COβ untuk stabilitas tekanan.
C. Spesifikasi Serbuk Pemadam (Dry Chemical Powder)
β
Tipe Serbuk → Monoammonium Phosphate (ABC), Sodium Bicarbonate (BC), atau Potassium Bicarbonate (PKP).
β
Ukuran Partikel Serbuk → 10-50 mikron (agar dapat menyebar optimal).
β
Efektivitas Pemadaman → Mampu memadamkan api dalam waktu 5-15 detik tergantung kapasitas tabung.
β
Masa Pakai Serbuk → 5 tahun sebelum penggantian atau pengisian ulang.
28. Keunggulan APAR Dry Chemical Powder Standar ISO
π₯ Efektif untuk banyak jenis kebakaran – Bisa digunakan untuk Kelas A (benda padat), B (cairan mudah terbakar), dan C (listrik).
π₯ Tekanan stabil & jangkauan luas – Bisa menyemprot hingga 3-5 meter dengan waktu pemadaman cepat.
π₯ Mudah digunakan – Sistem tuas ergonomis dengan metode PASS (Pull, Aim, Squeeze, Sweep).
π₯ Tidak menghantarkan listrik – Aman digunakan untuk kebakaran di area peralatan elektronik.
π₯ Mudah diisi ulang – Bisa di-refill setelah penggunaan tanpa harus mengganti tabung.
30. Panduan Pemilihan APAR Dry Chemical Powder yang Tepat
β
Untuk rumah & kantor kecil → Gunakan APAR 3-6 kg agar mudah disimpan dan dioperasikan.
β
Untuk pabrik & gudang besar → Gunakan APAR 9 kg atau Trolley APAR 25-50 kg untuk cakupan lebih luas.
β
Untuk kendaraan (mobil, truk, bus) → Gunakan APAR 1-3 kg agar mudah dipasang di dashboard atau bagasi.
β
Untuk area dengan risiko tinggi (SPBU, laboratorium, server room) → Gunakan APAR dengan serbuk non-korosif seperti PKP (Purple-K).
31. Kesalahan Umum dalam Pembelian & Penggunaan APAR DCP
π« Kesalahan #1: Membeli APAR tanpa sertifikasi ISO atau SNI.
β Solusi: Pastikan produk memiliki label ISO 7165 atau SNI 2849.
π« Kesalahan #2: Tidak memeriksa tekanan tabung sebelum membeli.
β Solusi: Pastikan jarum indikator berada di zona hijau.
π« Kesalahan #3: Tidak mengetahui cara menggunakannya saat darurat.
β Solusi: Latih anggota keluarga/karyawan dengan metode PASS.
π« Kesalahan #4: Meletakkan APAR di tempat sulit dijangkau.
β Solusi: Pasang APAR di lokasi strategis, tidak lebih dari 1,5 meter dari lantai.
π« Kesalahan #5: Tidak menggoyang APAR secara berkala.
β Solusi: Setiap bulan, goyangkan APAR agar serbuk tidak menggumpal.
β
Pilih kapasitas sesuai kebutuhan (1-9 kg untuk rumah/kantor, 25-50 kg untuk industri).
β
Gunakan APAR dengan tekanan stabil dan gas pendorong nitrogen atau COβ.
β
Periksa & lakukan perawatan rutin agar selalu siap digunakan.
β
Latih penggunaan dengan metode PASS untuk respons cepat saat kebakaran.






