Alat Pemadam Api Co2 Carbondioksida

Spesifikasi APAR CO2

Spesifikasi APAR CO2 Berikut adalah spesifikasi umum dari Alat Pemadam Api Ringan (APAR) CO2, namun perlu diingat bahwa spesifikasi detail dapat bervariasi tergantung pada merek dan model:

Anda mungkin mencari informasi tentang APAR (Alat Pemadam Api Ringan) CO2 atau Karbon Dioksida yang digunakan untuk memadamkan kebakaran di villa atau area lainnya. APAR CO2 efektif untuk kebakaran kelas B (cairan mudah terbakar) dan kelas C (listrik). Villa bermutu tinggi mungkin menggunakannya sebagai bagian dari sistem keamanan. Apakah Anda ingin tahu lebih lanjut tentang cara kerjanya atau aplikasinya?

Tanggapan Meta AI: Anda mungkin mencari informasi tentang APAR (Alat Pemadam Api Ringan) CO2 atau Karbon Dioksida yang digunakan untuk memadamkan kebakaran di villa atau area lainnya. APAR CO2 efektif untuk kebakaran kelas B (cairan mudah terbakar) dan kelas C (listrik). Villa bermutu tinggi mungkin menggunakannya sebagai bagian dari sistem keamanan. Apakah Anda ingin tahu lebih lanjut tentang cara kerjanya atau aplikasinya?

APAR CO2 atau Karbon Dioksida adalah pilihan yang tepat untuk villa bermutu tinggi karena beberapa alasan:

  • Efektif untuk kebakaran listrik: CO2 dapat memadamkan kebakaran yang melibatkan peralatan listrik tanpa meninggalkan residu yang dapat merusak peralatan.
  • Tidak meninggalkan jejak: CO2 tidak meninggalkan residu atau cairan setelah digunakan, sehingga cocok untuk area yang memerlukan kebersihan tinggi.
  • Aman untuk digunakan di area tertutup: CO2 dapat digunakan di area tertutup karena tidak meninggalkan residu atau asap berbahaya setelah konsentrasi awalnya berkurang.

Namun, perlu diingat bahwa CO2 tidak efektif untuk kebakaran kelas A (material padat seperti kayu atau kertas). Oleh karena itu, penting untuk memiliki sistem pemadam kebakaran yang sesuai dengan jenis risiko di villa tersebut. Apakah Anda ingin tahu lebih lanjut tentang cara memilih APAR yang tepat atau prosedur penggunaannya?

  • Media Pemadam: Karbon Dioksida (CO2) dengan kemurnian tinggi.
  • Kelas Kebakaran: Kelas B (cairan mudah terbakar) Kelas C (kebakaran elektrikal).
  • Ukuran dan Kapasitas: Tersedia dalam berbagai ukuran, mulai dari 2 kg hingga 9 kg atau lebih. Dimensi tabung (tinggi, diameter) bervariasi tergantung kapasitas.
  • Tekanan: Tekanan kerja (working pressure) bervariasi, biasanya sekitar 56 bar pada 20°C. Tekanan uji (test pressure) biasanya lebih tinggi dari tekanan kerja.
  • Jarak Semprot: Jarak efektif semprotan bervariasi, umumnya beberapa meter.
  • Waktu Semprot: waktu semprot juga bervariasi tergantung dari ukuran tabung.
  • Material Tabung: Biasanya terbuat dari baja berkualitas tinggi.
  • Fitur Tambahan: Beberapa model dilengkapi dengan selang dan corong khusus untuk mengarahkan semprotan. Terdapat label petunjuk penggunaan dan perawatan.

  • APAR CO2 efektif untuk memadamkan kebakaran yang melibatkan peralatan listrik karena tidak meninggalkan residu yang dapat merusak peralatan.
  • Gas CO2 bekerja dengan cara menghilangkan oksigen dari api, sehingga memadamkan api.
  • Penting untuk mengetahui cara penggunaan APAR CO2 dengan benar untuk memastikan efektivitas dan keselamatan.

1. Detail Spesifikasi Teknis:

  • Tekanan Kerja (Working Pressure):
  • Biasanya berada di kisaran 56 bar pada suhu 20°C. Ini adalah tekanan di dalam tabung saat siap digunakan.
  • Tekanan Uji (Test Pressure): Jauh lebih tinggi dari tekanan kerja, umumnya sekitar 200-250 bar. Ini untuk memastikan kekuatan tabung dalam kondisi ekstrem.
  • Waktu Semprot (Discharge Time): Bervariasi tergantung ukuran APAR, biasanya antara 8 hingga 30 detik.
  • Jarak Semprot (Discharge Range): Efektif dalam jarak 1-3 meter, memungkinkan pengguna untuk memadamkan api dari jarak aman.
  • Suhu Operasional: APAR CO2 dapat beroperasi dalam rentang suhu yang luas, biasanya antara -20°C hingga 60°C.
  • Fire Rating: Fire rating ini menunjukan seberapa besar kemampuan pemadaman api dari apar tersebut.

2. Komponen Utama APAR CO2:

  • Tabung (Cylinder): Terbuat dari baja berkualitas tinggi untuk menahan tekanan tinggi CO2 cair.
  • Katup (Valve): Mengontrol keluarnya CO2 dan dilengkapi dengan tuas atau pegangan untuk pengoperasian.
  • Selang dan Corong (Hose and Nozzle): Mengarahkan semprotan CO2 ke titik api. Corong dirancang khusus untuk menghasilkan semprotan yang efektif.
  • Manometer (Pressure Gauge): Menunjukkan tekanan di dalam tabung, memastikan APAR dalam kondisi siap pakai.
  • Pin Pengaman (Safety Pin): Mencegah pengoperasian yang tidak disengaja.

3. Pertimbangan Tambahan:

  • Perawatan dan Inspeksi: Penting untuk melakukan inspeksi berkala untuk memastikan APAR dalam kondisi baik. Perawatan meliputi pengecekan tekanan, kondisi selang, dan keutuhan tabung.
  • Keamanan Penggunaan: CO2 dapat menyebabkan sesak napas dalam konsentrasi tinggi. Gunakan di area yang berventilasi baik. Semprotan CO2 sangat dingin, hindari kontak langsung dengan kulit.
  • Standar dan Sertifikasi: Pastikan APAR CO2 memenuhi standar keselamatan yang berlaku, seperti (Standar Nasional Indonesia) atau standar internasional lainnya.

4. Standar dan Sertifikasi:

  • (Standar Nasional Indonesia): Pastikan APAR CO2 yang Anda pilih memiliki sertifikasi SNI. Ini menunjukkan bahwa produk tersebut telah memenuhi standar kualitas dan keamanan yang ditetapkan di Indonesia.
  • Standar Internasional: Beberapa APAR CO2 juga memiliki sertifikasi internasional, seperti ISO 9001 atau sertifikasi dari lembaga pengujian independen. Ini dapat memberikan jaminan tambahan mengenai kualitas dan keandalan produk.

5. Pertimbangan dalam Pemilihan APAR CO2:

  • Ukuran dan Kapasitas: Pilih ukuran APAR yang sesuai dengan potensi risiko kebakaran di area yang akan dilindungi. Untuk area dengan risiko kebakaran yang lebih besar, pertimbangkan APAR dengan kapasitas yang lebih besar.
  • Mobilitas: Pertimbangkan mobilitas APAR. Untuk area yang luas atau area dengan mobilitas tinggi, APAR dengan roda mungkin lebih cocok.
  • Lingkungan Penggunaan: Pertimbangkan kondisi lingkungan di mana APAR akan ditempatkan. Suhu ekstrem atau lingkungan yang korosif dapat mempengaruhi kinerja APAR.
  • Kemudahan Penggunaan: Pilih APAR yang mudah digunakan dalam situasi darurat. Pastikan tuas atau pegangan mudah diakses dan dioperasikan.

6. Perawatan dan Inspeksi Berkala:

  • Inspeksi Visual: Lakukan inspeksi visual secara berkala untuk memeriksa kondisi tabung, selang, dan corong. Pastikan tidak ada kerusakan atau kebocoran.
  • Pengecekan Tekanan: Periksa tekanan di dalam tabung menggunakan manometer. Pastikan tekanan berada dalam rentang yang diizinkan.
  • Pengujian Hidrostatis: Lakukan pengujian hidrostatis secara berkala untuk memastikan kekuatan tabung. Pengujian ini biasanya dilakukan setiap 5 tahun.
  • Pelatihan Penggunaan: Pastikan semua orang yang mungkin menggunakan APAR telah menerima pelatihan tentang cara penggunaan yang benar.

7. Faktor-faktor Penentu Efektivitas APAR CO2:

  • Kualitas Media Pemadam: Kemurnian CO2 sangat penting. CO2 dengan kemurnian tinggi akan lebih efektif dalam memadamkan api.
  • Desain Corong (Nozzle): Desain corong mempengaruhi pola semprotan dan jangkauan. Corong yang dirancang dengan baik akan menghasilkan semprotan yang terkonsentrasi dan efektif.
  • Kondisi Lingkungan: Angin dan suhu ekstrem dapat mempengaruhi efektivitas semprotan CO2. Dalam kondisi berangin, semprotan dapat tersebar dan kurang efektif.
  • Teknik Penggunaan: Teknik penggunaan yang benar sangat penting. Semprotkan CO2 ke dasar api dan gerakkan corong secara merata.

8. Detail Komponen dan Fungsinya:

  • Tuas Pengoperasian (Operating Lever): Dirancang untuk memudahkan pengoperasian dalam situasi darurat. Biasanya dilengkapi dengan mekanisme penguncian untuk mencegah pengoperasian yang tidak disengaja.
  • Selang Fleksibel (Flexible Hose): Terbuat dari bahan yang tahan terhadap tekanan dan suhu ekstrem. Memungkinkan pengguna untuk mengarahkan semprotan dengan lebih mudah.
  • Segel Pengaman (Tamper Seal): Memastikan bahwa APAR belum pernah digunakan dan dalam kondisi siap pakai.
  • Label Informasi: Berisi informasi penting seperti jenis media pemadam, petunjuk penggunaan, dan tanggal kadaluarsa.

9. Pertimbangan Khusus:

  • Ruang Tertutup: Penggunaan APAR CO2 di ruang tertutup memerlukan perhatian khusus karena CO2 dapat menggantikan oksigen dan menyebabkan sesak napas. Pastikan ada ventilasi yang memadai.
  • Peralatan Elektronik Sensitif: APAR CO2 sangat ideal untuk memadamkan kebakaran pada peralatan elektronik sensitif karena tidak meninggalkan residu yang dapat merusak.
  • Penyimpanan: Simpan APAR CO2 di tempat yang mudah diakses, kering, dan terlindung dari sinar matahari langsung.

10. Pentingnya Pelatihan:

  • Simulasi Penggunaan: Pelatihan yang efektif mencakup simulasi penggunaan APAR dalam kondisi yang mirip dengan situasi darurat.
  • Pemahaman Risiko: Pelatihan harus mencakup pemahaman tentang risiko yang terkait dengan penggunaan APAR CO2, seperti risiko sesak napas dan luka bakar akibat suhu rendah.

11. Pertimbangan Tambahan dalam Penggunaan APAR CO2:

  • Risiko Pembekuan: CO2 yang keluar dari tabung sangat dingin dan dapat menyebabkan pembekuan. Hindari kontak langsung dengan semprotan CO2 untuk mencegah luka bakar beku.
  • Ventilasi yang Baik: Gunakan APAR CO2 di area dengan ventilasi yang baik untuk menghindari penumpukan gas CO2 yang dapat menyebabkan sesak napas.
  • Jarak Aman: Pertahankan jarak aman saat menggunakan APAR CO2. Semprotkan dari jarak yang direkomendasikan untuk menghindari risiko terkena semprotan langsung.
  • Perawatan Selang dan Corong: Periksa selang dan corong secara berkala untuk memastikan tidak ada kerusakan atau penyumbatan. Pastikan terpasang dengan baik.

  • Material Corong: Corong biasanya terbuat dari bahan yang tahan terhadap suhu rendah dan tekanan tinggi, seperti logam atau plastik khusus.
  • Jenis Katup: Katup harus dirancang untuk memungkinkan pelepasan CO2 yang cepat dan terkontrol.
  • Rentang Suhu Operasional: Perhatikan rentang suhu operasional APAR CO2. Pastikan sesuai dengan kondisi lingkungan di mana APAR akan ditempatkan.
  • Berat Tabung: Berat tabung apar CO2, akan bervariasi tergantung kepada kapasitas media pemadam yang ada didalam tabung tersebut.

13. Pentingnya Pemilihan Lokasi Penempatan:

  • Akses Mudah: Tempatkan APAR CO2 di lokasi yang mudah diakses dalam situasi darurat.
  • Tanda yang Jelas: Pastikan lokasi penempatan APAR CO2 ditandai dengan jelas agar mudah ditemukan.
  • Jauh dari Penghalang: Hindari menempatkan APAR CO2 di belakang penghalang yang dapat menghambat akses.

14. Informasi Tambahan: Sertifikat dan Lisensi:

Pastikan apar CO2 yang dibeli, memiliki sertifikat dan lisensi yang masih berlaku.

  • Pelatihan Pengguna: Sangat penting untuk memberikan pelatihan tentang cara menggunakan APAR CO2 kepada semua orang yang mungkin perlu menggunakannya.

15. Pertimbangan dalam Pemilihan dan Penempatan APAR CO2:

  • Analisis Risiko Kebakaran: Lakukan analisis risiko kebakaran di area yang akan dilindungi untuk menentukan jenis dan ukuran APAR CO2 yang paling sesuai.
  • Kesesuaian dengan Jenis Kebakaran:Pastikan APAR CO2 yang dipilih sesuai dengan jenis kebakaran yang mungkin terjadi (kelas B dan C).
  • Aksesibilitas: Tempatkan APAR CO2 di lokasi yang mudah diakses dan terlihat jelas.
  • Ketinggian Penempatan: Pasang APAR CO2 pada ketinggian yang mudah dijangkau oleh orang dewasa.
  • Jarak Tempuh: Pastikan jarak tempuh dari titik potensi kebakaran ke lokasi APAR CO2 tidak terlalu jauh.

Spesifikasi APAR CO2

Dengan memperhatikan semua aspek ini, Anda dapat memastikan bahwa APAR CO2 yang Anda gunakan memberikan perlindungan yang optimal dan digunakan dengan aman.


isi ulang spesifikasi apar co2

Isi ulang APAR CO2 adalah proses penting untuk memastikan alat pemadam api ringan ini selalu dalam kondisi siap pakai. Berikut adalah beberapa spesifikasi dan informasi penting terkait isi ulang APAR CO2:

1. Frekuensi Isi Ulang:

  • APAR CO2 sebaiknya diisi ulang setelah digunakan, meskipun hanya sedikit.
  • Secara umum, APAR CO2 perlu diisi ulang setiap 5 tahun, meskipun tidak digunakan.
  • Inspeksi visual berkala (setidaknya setiap bulan) diperlukan untuk memastikan tekanan dan kondisi fisik APAR tetap baik.

2. Proses Isi Ulang: Isi ulang harus dilakukan oleh teknisi yang terlatih dan bersertifikat Prosesnya meliputi:

  • Pengosongan sisa CO2.
  • Pemeriksaan tabung dan komponen lainnya.
  • Pengisian ulang dengan CO2 murni sesuai kapasitas tabung.
  • Pengecekan tekanan dan kebocoran.
  • Pemasangan segel dan label baru.

3. Spesifikasi Media Isi Ulang:

  • Media isi ulang harus menggunakan CO2 dengan kemurnian tinggi (99,9%).
  • Jumlah CO2 yang diisikan harus sesuai dengan kapasitas tabung yang tertera pada label APAR.

4. Standar dan Regulasi:

  • Proses isi ulang harus mematuhi standar dan regulasi yang berlaku, seperti SNI (Standar Nasional Indonesia).
  • Pastikan penyedia jasa isi ulang memiliki sertifikasi dan izin yang sah.

5. Pertimbangan Tambahan:

  • Pilih penyedia jasa isi ulang yang memiliki reputasi baik dan pengalaman.
  • Perhatikan garansi yang diberikan oleh penyedia jasa isi ulang.
  • Simpan catatan isi ulang dan inspeksi APAR dengan baik.

6. Harga Isi Ulang:

  • Harga isi ulang APAR CO2 bervariasi tergantung pada ukuran tabung dan penyedia jasa.
  • Untuk referensi harga, anda dapat melihat di situs situs market place yang ada di internet.

7. Pemeriksaan Tabung dan Komponen:

  • Sebelum pengisian ulang, tabung APAR CO2 harus diperiksa secara menyeluruh untuk memastikan tidak ada kerusakan, korosi, atau retak.
  • Komponen lain seperti katup, selang, dan corong juga harus diperiksa untuk memastikan kondisinya baik.
  • Jika ditemukan kerusakan, komponen yang rusak harus diganti sebelum pengisian ulang.

8. Proses Pengisian Ulang yang Benar:

  • Pengisian ulang harus dilakukan dengan peralatan yang sesuai dan oleh teknisi yang terlatih.
  • Jumlah CO2 yang diisikan harus sesuai dengan spesifikasi tabung.
  • Setelah pengisian ulang, tekanan tabung harus diperiksa untuk memastikan berada dalam rentang yang diizinkan.
  • Pengecekan kebocoran harus dilakukan untuk memastikan tidak ada kebocoran gas CO2.

9. Pentingnya Pengujian Hidrostatis:

  • Selain isi ulang berkala, pengujian hidrostatis juga penting untuk memastikan kekuatan tabung.
  • Pengujian hidrostatis biasanya dilakukan setiap 5 tahun.
  • Pengujian ini melibatkan pengisian tabung dengan air bertekanan tinggi untuk memeriksa kekuatan dan integritasnya.

10. Dokumentasi dan Pelabelan:

  • Setelah isi ulang, APAR CO2 harus diberi label baru yang mencantumkan tanggal isi ulang, tanggal kadaluarsa, dan informasi lainnya.
  • Dokumentasi lengkap mengenai isi ulang dan inspeksi harus disimpan dengan baik.
  • Dokumentasi ini penting untuk melacak riwayat perawatan APAR CO2 dan memastikan kepatuhan terhadap regulasi.

11. Memilih Penyedia Jasa Isi Ulang:

  • Pilih penyedia jasa isi ulang yang memiliki sertifikasi dan izin yang sah.
  • Pastikan penyedia jasa menggunakan peralatan yang sesuai dan mengikuti prosedur yang benar.
  • Perhatikan reputasi dan pengalaman penyedia jasa.
  • Tanyakan tentang garansi yang diberikan oleh penyedia jasa.

12. Pertimbangan Biaya:

  • Biaya isi ulang APAR CO2 bervariasi tergantung pada ukuran tabung, jenis media pemadam, dan penyedia jasa.
  • Pertimbangkan biaya jangka panjang, termasuk biaya isi ulang berkala dan pengujian hidrostatis.

13. Spesifikasi Teknis CO2 untuk Isi Ulang:

  • Kemurnian: CO2 yang digunakan untuk isi ulang harus memiliki kemurnian minimal 99,9%. Kemurnian ini penting untuk memastikan efektivitas pemadaman api dan mencegah kerusakan pada peralatan.
  • Kandungan Air: Kadar air dalam CO2 harus sangat rendah untuk mencegah korosi pada tabung dan komponen APAR.
  • Kandungan Minyak: CO2 tidak boleh mengandung minyak atau kontaminan lain yang dapat mengurangi efektivitasnya atau merusak peralatan.

14. Prosedur Isi Ulang yang Tepat:

  • Pemeriksaan Awal: Sebelum pengisian ulang, lakukan pemeriksaan visual menyeluruh terhadap tabung, katup, selang, dan corong.
  • Pengosongan Tabung: Kosongkan tabung sepenuhnya dari sisa CO2.
  • Pemeriksaan Internal: Periksa bagian dalam tabung untuk melihat tanda-tanda korosi atau kerusakan.
  • Pengisian dengan CO2 Murni: Isi tabung dengan CO2 murni sesuai dengan kapasitas yang tertera pada label.
  • Pengecekan Tekanan: Periksa tekanan tabung menggunakan manometer untuk memastikan berada dalam rentang yang diizinkan.
  • Pengecekan Kebocoran: Lakukan pengecekan kebocoran dengan menggunakan larutan sabun atau alat deteksi kebocoran gas.
  • Pemasangan Segel dan Label: Pasang segel pengaman dan label baru yang mencantumkan tanggal isi ulang dan tanggal kadaluarsa.

15. Peralatan yang Dibutuhkan:

  • Mesin Pengisian CO2: Mesin ini harus mampu mengisi tabung dengan CO2 murni dan mengatur tekanan dengan tepat.
  • Manometer: Manometer yang akurat untuk mengukur tekanan tabung.
  • Alat Deteksi Kebocoran: Alat untuk mendeteksi kebocoran gas CO2.
  • Peralatan Keselamatan: Peralatan keselamatan seperti sarung tangan, kacamata pelindung, dan pakaian pelindung.

16. Dokumentasi yang Penting:

  • Catatan Isi Ulang: Catat tanggal isi ulang, jenis CO2 yang digunakan, dan hasil pemeriksaan.
  • Laporan Inspeksi: Buat laporan inspeksi yang mencantumkan kondisi tabung dan komponen APAR.
  • Sertifikat Isi Ulang: Berikan sertifikat isi ulang kepada pelanggan sebagai bukti bahwa APAR telah diisi ulang dengan benar.

17. Memastikan Kualitas Layanan:

  • Sertifikasi Teknisi: Pastikan teknisi yang melakukan isi ulang memiliki sertifikasi yang sah.
  • Kalibrasi Peralatan: Pastikan peralatan yang digunakan untuk isi ulang dikalibrasi secara berkala.
  • Jaminan Kualitas:Pilih penyedia jasa isi ulang yang memberikan jaminan kualitas.

18. Aspek Keselamatan Selama Isi Ulang:

  • Ventilasi yang Baik: Proses isi ulang harus dilakukan di area dengan ventilasi yang baik untuk menghindari penumpukan gas CO2 yang dapat menyebabkan sesak napas.
  • Peralatan Keselamatan: Teknisi harus menggunakan peralatan keselamatan yang sesuai, seperti sarung tangan, kacamata pelindung, dan pakaian pelindung.
  • Penanganan Tabung: Tabung APAR CO2 harus ditangani dengan hati-hati untuk menghindari kerusakan atau kebocoran.
  • Pengecekan Kebocoran: Setelah pengisian ulang, pengecekan kebocoran harus dilakukan dengan cermat untuk memastikan tidak ada kebocoran gas CO2.

19. Detail Tambahan Mengenai Proses Isi Ulang:

  • Pemeriksaan Katup: Katup harus diperiksa untuk memastikan berfungsi dengan baik dan tidak ada kebocoran.
  • Pemeriksaan Selang dan Corong: Selang dan corong harus diperiksa untuk memastikan tidak ada kerusakan atau penyumbatan.
  • Pengecekan Manometer: Manometer harus diperiksa untuk memastikan akurat dan berfungsi dengan baik.
  • Pemasangan Segel Pengaman: Segel pengaman harus dipasang untuk mencegah pengoperasian yang tidak disengaja.

20. Pentingnya Dokumentasi:

  • Catatan Isi Ulang: Catatan isi ulang harus mencantumkan tanggal isi ulang, jenis CO2 yang digunakan, dan hasil pemeriksaan.
  • Laporan Inspeksi: Laporan inspeksi harus mencantumkan kondisi tabung dan komponen APAR.
  • Sertifikasi Teknisi: Pastikan teknisi yang melakukan isi ulang memiliki sertifikasi yang sah.
  • Kalibrasi Peralatan: Pastikan peralatan yang digunakan untuk isi ulang dikalibrasi secara berkala.
  • Jaminan Kualitas: Pilih penyedia jasa isi ulang yang memberikan jaminan kualitas.
  • Ketersediaan suku cadang: Penyedia jasa isi ulang alangkah baiknya memiliki ketersediaan suku cadang, untuk melakukan penggantian jika komponen apar ada yang rusak.

Spesifikasi APAR CO2

Dengan memperhatikan semua aspek ini, Anda dapat memastikan bahwa isi ulang APAR CO2 dilakukan dengan aman, efektif, dan sesuai dengan standar yang berlaku.

Related Articles

Alat Pemadam Api Co2 Carbondioksida

Alat Pemadam Api Co2 Carbondioksida Kelas Bc

Kontak

WA- 081317980707

 HP- 0822 7796 0808

Tlp+6221-38799105

 Info@Lavindosafety.com

Ruko Mega Grosir Cempaka Mas Blok O-41, Jl. Letjen Suprapto , Jakarta Pusat 10640

 

Visitor Counter

United States of America 50.0% United States of America
Indonesia 26.2% Indonesia
Taiwan, Province of China 5.1% Taiwan, Province of China
Brazil 2.8% Brazil

Total:

43

Countries
000007
Today: 2
This Week: 10
This Month: 19
This Year: 19

Google Maps

Sertifikat